Senin, 27 April 2015

puisi tentang ibu

 “ kaulah ibuku”
Ibu,.
Wajahmu menentamkanku
Suaramu kenyamananku
Tawamu anugrahku
Tangismu kegagalanku
Candamu harapanku

Ibu
Ingatkah sejak  aku masi kecil
Dimana aku tak mampu bicara
Tak ad org yg sanggup mngertiku
Tapi,.hnya kau yg paham bhasaku
Sejak ak tak mmpu mngerti hal apapun
Tpi kau mngajarkanku akan dunia ini

Ibu
Kebahagianmu adlh arti hidupku
Dimana sewaktu ku kecil dulu
Kau slalu mgharapkan tawaku
Ibu,..sinarilah hariku ,siramilah aku dgn cintamu
Teduhkan aku dlm kasih syangmu

Ibu
Apkh aku dulu, tak mampu mlakukan apapun
Tapi dngan hati indah kasih sayangmu
Kau mnemaniku,mngajrkanku,dan memerhatikanku
Adkh kta yg lebih dari “TERIMAKASIH” untumu
Adkh kalimat yg lbih indah dri  “ I LOVE YOU” untukmu
maaf dan terimaksih yg akan selalu mngalir driku untumu

ibu,..inilah yg dapat ku suguhkan padamu,..coretan puisi kecil dri ankmu yg nakal ini,..” I LOVE YOU MOM”

karya : jamilah

teman semoga puisi ini kita akan selalu mengingat ibu kita yang selalu tak hentinya memberikan senyuman indahnya.karena hanya ialah orang yang benar benar mampu mengerti seluk beluk cerita dan perjalanan hidupmu..

Penyebaran Islam di Nusantara adalah proses menyebarnya agama Islam di Nusantara (sekarang Indonesia). Islam dibawa ke Nusantara oleh pedagang dari GujaratIndia selama abad ke-11, meskipun Muslim telah mendatangi Nusantara sebelumnya.[butuh rujukan] Pada akhir abad ke-16, Islam telah melampaui jumlah penganut Hindu dan Buddhisme sebagai agama dominan bangsa Jawa dan SumatraBalimempertahankan mayoritas Hindu, sedangkan pulau-pulau timur sebagian besar tetap menganut animisme sampai abad 17 dan 18 ketika agama Kristen menjadi dominan di daerah tersebut.
Penyebaran Islam di Nusantara pada awalnya didorong oleh meningkatnya jaringan perdagangan di luar kepulauan Nusantara. Pedagang dan bangsawan dari kerajaan besar Nusantara biasanya adalah yang pertama mengadopsi Islam. Kerajaan yang dominan, termasukKesultanan Mataram (di Jawa Tengah sekarang), dan Kesultanan Ternate dan Tidore di Kepulauan Maluku di timur. Pada akhir abad ke-13, Islam telah berdiri di Sumatera Utara, abad ke-14 di timur laut MalayaBruneiFilipina selatan, di antara beberapa abdi kerajaan di Jawa Timur, abad ke-15 di Malaka dan wilayah lain dari Semenanjung Malaya (sekarang Malaysia). Meskipun diketahui bahwa penyebaran Islam dimulai di sisi barat Nusantara, kepingan-kepingan bukti yang ditemukan tidak menunjukkan gelombang konversi bertahap di sekitar setiap daerah Nusantara, melainkan bahwa proses konversi ini rumit dan lambat.
Meskipun menjadi salah satu perkembangan yang paling signifikan dalam sejarah Indonesia, bukti sejarah babak ini terkeping-keping dan umumnya tidak informatif sehingga pemahaman tentang kedatangan Islam ke Indonesia sangat terbatas. Ada perdebatan di antara peneliti tentang apa kesimpulan yang bisa ditarik tentang konversi masyarakat Nusantara kala itu.[1]:3 Bukti utama, setidaknya dari tahap-tahap awal proses konversi ini, adalah batu nisan dan beberapa kesaksian peziarah, tetapi bukti ini hanya dapat menunjukkan bahwa umat Islam pribumi ada di tempat tertentu pada waktu tertentu. Bukti ini tidak bisa menjelaskan hal-hal yang lebih rumit seperti bagaimana gaya hidup dipengaruhi oleh agama baru ini, atau seberapa dalam Islam mempengaruhi masyarakat. Dari bukti ini tidak bisa diasumsikan, bahwa karena penguasa saat itu dikenal sebagai seorang Muslim, maka proses Islamisasi daerah itu telah lengkap dan mayoritas penduduknya telah memeluk Islam; namun proses konversi ini adalah suatu proses yang berkesinambungan dan terus berlangsung di Nusantara, bahkan tetap berlangsung sampai hari ini di Indonesia modern. Namun demikian, titik balik yang jelas terjadi adalah ketika Kerajaan Hindu Majapahitdi Jawa dihancurkan oleh Kerajaan Islam Demak. Pada 1527, pemimpin perang Muslim Fatahillah mengganti nama Sunda Kelapa yang baru ditaklukkannya sebagai "Jayakarta" (berarti "kota kemenangan") yang akhirnya seiring waktu menjadi "Jakarta". Asimilasi budayaNusantara menjadi Islam kemudian meningkat dengan cepat setelah penaklukan ini.
sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Penyebaran_Islam_di_Nusantarahttp://id.wikipedia.org/wiki/Penyebaran_Islam_di_Nusantara